Motoengine.com – Yamaha Fazer 250 sudah resmi launching di India. Motor sport fairing ini menggunakan mesin 249 cc bersilinder tunggal sama seperti versi nakednya FZ250. Dilihat dari sisi desain terlihat sekali kental unsur model Indianya yang mungkin di Indonesia masih terlihat agak aneh dan perlu waktu agak lama untuk memahami konsep bentuknya walaupun lama-lama dipandang terlihat gagah juga. Kalau masuk dan produksi di Indonesia maka motor ini akan dikenal sebagai motor penerus Yamaha Scorpio berfairing yang kehadirannya memang sudah banyak ditunggu-tunggu para penggemarnya.

Motor Yamaha FZ250 dengan mesin 249 cc single silinder bisa mencapai tenaga maksimal 20 dk dan torsi 20 Nm. Harga banderol di India sekitar 26 jutaan, murah yaa. Di India memang sangat terkenal dengan produksi motor dalam negerinya seperti Hero, TVS dan Bajaj yang bersaing dengan Motor Jepang Honda & Yamaha. Produksi motor tiap tahunnya mencapai 17 jutaan beda jauh dengan Indonesia yang tercatat produksi motornya cuma sekitar 6 jutaan pertahun jadi untuk harga memang motor di India sangat bersaing dengan motor Jepang.

Di Indonesia Yamaha sudah ada motor naked 250 cc MT-25 yang sudah twin cylinder dengan suara khas setereonya banderol harga 46 jutaaan. Untuk segmen 250 cc single silinder Yamaha belum ada yang mengisinya, sehingga kekosongan harga antara Yamaha Xabre 150 cc harga 31 jutaan dengan MT-25 46 jutaan menjadi celah yang semestinya bisa dimanfaatkan. Rencananya motor Yamaha FZ250 versi India ini akan diekspor ke beberapa negara berkembang.




  Kualifikasi yang sulit bagi para pebalap Astra Honda Racing Team pada Sabtu (9/6/2018) di
  Garuda Muda yang bertarung di gelaran balap bergengsi WorldSSP300 Ceko, Galang Hendra Pratama berhasil
Berkah THR (Tunjangan Hari Raya) menjelang hari raya Lebaran tentunya disambut gembira oleh mereka yang
  Galang Hendra Pratama kembali membuktikan konsistensinya menjadi Rider tercepat. Garuda Muda asal Yogyakarta ini
Aktivitas mudik selalu dijalani tiap tahun menjelang Hari Raya Lebaran. Momen itu pun menjadi tradisi