Pebalap tim Yamaha Yamalube KYT IRC Creampie Syafina, Rafid Topan setelah sukses memecahkan rekor dari catatan waktu Kejurnas Sport 150 cc. Rider asal DKI Jakarta ini mengukir waktu 1 menit 49,367 detik dengan motor sport YZF-R15 dan podium pertama di race 1 kemarin, sabtu (20 Mei).

Race ke-2 kali ini (21 Mei), Topan kembali lagi merebut podium tertinggi dalam Kejurnas Sport 150 cc. “Pastinya saya dan tim dari mulai latihan bebas sampai race ini, sudah mendapatkan hasil inputan yang baik untuk race selanjutnya. Saat sesi latihan bebas saya sudah bisa ukur time, untuk menghadapi race ke-2 tadi. Di tikungan S besar dapat berjalan di RPM sebelas sampai dengan dua belas ribu. Maka dari itu, saya berani menekan di 4 lap terakhir dan dapat meninggalkan para lawan, “tukas Rafid Topan yang memecahkan rekor Sentul dengan best-time 1 menit 49,357 detik, saat kualifikasi.

Di race ke-2 ini padahal Topan start dari grid ke-9, Syahrul Amin (Yamaha Yamalube NHK IRC Nissin DID NGK Bahtera RT)) yang start di grid pertama. Saat awal lap Syahrul memimpin perjalanan lomba, kemudian Irwan Ardiansyah (Yamaha Yamalube Ardians Nissin KYT FDR) memberikan perlawanan kuat.

Memasuki lap-lap akhir, kemudian Topan mulai masuk dan sampai bendera finish dikibarkan Topan masih memipin dan finish di podium terbaik. Kemudian Richard Taroreh (Yamaha Yamalube Jasti Putra NHK FDR 549 Kaboci) podium di urutan ke-2 dan di podium ke-3 diraih kembali oleh Gupita Kresna (Yamaha Yamalube Borneo Oryza D4RT Nissin KYT). Berarti ketangguhan Rafid Topan dan tim Yamaha dengan YZF-R15nya terbukti terus mendominasi di event IRS Kejurnas Sport 150 cc

  Garuda Muda yang bertarung di gelaran balap bergengsi WorldSSP300 Ceko, Galang Hendra Pratama berhasil
Berkah THR (Tunjangan Hari Raya) menjelang hari raya Lebaran tentunya disambut gembira oleh mereka yang
  Galang Hendra Pratama kembali membuktikan konsistensinya menjadi Rider tercepat. Garuda Muda asal Yogyakarta ini
Aktivitas mudik selalu dijalani tiap tahun menjelang Hari Raya Lebaran. Momen itu pun menjadi tradisi