Motoengine.com – Dear motolova, Beberapa tahun belakang ini kita sudah sering dengar kendaran motor dan mobil listrik yang sudah dibuat untuk mengantisipasi pemanasan global, polusi udara, kelangkaan bahan bakar & mahalnya bahan bakar, sehingga banyak pemerintahan negara di dunia untuk mengantisipasi keadaan tersebut mengeluarkan peraturan agar dibuat kendaraan transportasi yang ramah lingkungan, hemat energy dengan mencari sumber tenaga alternatif yang bisa diperbarukan seperti menggunakan tenaga listrik. Bahkan Indonesia pun bersiap untuk mendukung keberadaan kendaraan listrik.

Keberadaan angkutan ramah lingkungan yang didukung oleh banyak negara membuat para pemain industri ini harus cepat melakukan perubahan atau adaptasi. Komitmen pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi gas buang sebesar 29 persen pada 2030 disambut baik oleh para pelaku industri salah satunya adalah Toyota Astra Motor yang berencana menyiapkan mobil Hybrid Toyota CHR yang menggabungkan tenaga BBM/BBG dengan tenaga listrik. Mobil hybrid ini digunakan sebagai teknologi peralihan sebelum benar-benar menggunakan full tenaga listrik.

Dengan teknologi masa depan mobil hybrid Toyota CHR diklaim mempunyai tingkat keselamatan yang tinggi dan sangat ramah lingkungan. Dengan menggunakan Toyota Hybrid System (THS) Generasi II yang disebut Hybrid Synergy Drive mobil hybrid ini memberikan pembakaran yang optimal dan efisiensi tinggi dan rendah emisi gas buang. Mobil Hybrid CHR sendiri belum di jual di Indonesia, tetapi siap diproduksi di pabrik Toyota di Karawang ketika semuanya sudah siap. Paling lambat tahun 2018 mobil ini sudah siap diproduksi.



  Garuda Muda yang bertarung di gelaran balap bergengsi WorldSSP300 Ceko, Galang Hendra Pratama berhasil
Berkah THR (Tunjangan Hari Raya) menjelang hari raya Lebaran tentunya disambut gembira oleh mereka yang
  Galang Hendra Pratama kembali membuktikan konsistensinya menjadi Rider tercepat. Garuda Muda asal Yogyakarta ini
Aktivitas mudik selalu dijalani tiap tahun menjelang Hari Raya Lebaran. Momen itu pun menjadi tradisi