Motoengine.com – Dear motolova, untuk memenuhi pasar skutik kecil di Jepang maka pabrikan honda dan yamaha sedang menjajaki kerjasama antar pabrikan, kerjasama ini dimaksudkan untuk membuat motor skutik cc kecil yang dikategori sebagai “kelas-1”. Yang dimaksud kategori kelas 1 adalah kendaraan roda dua atau lebih dengan mesin 50cc atau kurang atau motor listrik dengan nilai outout 0.06 KW.

Honda Giorno

Honda Giorno

Beberapa pont yang dibicarakan adalah:

1. Honda akan memasok mesin skutik 50cc kepada yamaha sebagai OEM yang berbasis Honda TACT dan Giorno. Yamaha akan menjual model tersebut sebagai Yamaha JOG dan VINO.

Yamaha JOG

Yamaha JOG

2. Honda  dan Yamaha akan mengembangkan, memproduksi dan menjual skuter 50cc  bersama dengan nama Honda Benly dan Yamaha Gear di Jepang.

honda-ev-neo-electric-scooter-1-630x480-1

Motor listrik Honda EV-Neo

3. Honda dan Yamaha berkolaborasi untuk membuat motor listrik dengan kategorikelas 1 di Jepang.

“Melalui kerjasama dengan Yamaha, kami akan terus menawarkan produk kategori Kelas-1 yang melampaui harapan pelanggan kami. Dengan itu, kita akan mencurahkan semua upaya kami untuk merevitalisasi pasar sepeda motor di Jepang dan membangun lingkungan pasar yang memungkinkan mempopulerkan sepeda motor listrik pada waktu sedini mungkin. “ Shinji Aoyama, Operating Officer dan Direktur, Honda Motor Co, Ltd.

“Kami percaya bahwa kegiatan kolaborasi, yang akan dimulai dengan aliansi OEM, akan melampaui kerangka aliansi pasokan produk belaka dan mengukir budaya sepeda motor masa depan di Jepang.” Katsuaki Watanabe / Managing Executive Officer dan Direktur, Yamaha Motor Co, Ltd

  Garuda Muda yang bertarung di gelaran balap bergengsi WorldSSP300 Ceko, Galang Hendra Pratama berhasil
Berkah THR (Tunjangan Hari Raya) menjelang hari raya Lebaran tentunya disambut gembira oleh mereka yang
  Galang Hendra Pratama kembali membuktikan konsistensinya menjadi Rider tercepat. Garuda Muda asal Yogyakarta ini
Aktivitas mudik selalu dijalani tiap tahun menjelang Hari Raya Lebaran. Momen itu pun menjadi tradisi