Pebalap Astra Honda Racing Team, pebalap Indonesia pertama yang naik podium di FIM CEV, bercerita tentang balap bersejarahnya di Barcelona dan mimpinya ke ajang Moto2 World Championship. Dimas Ekky hanya membutuhkan dua balapan untuk capai salah satu dari targetnya di tahun ini. Dimas naik podium pertamanya di Moto2 European Championship Minggu lalu di Barcelona, dan jadi pebalap Indonesia pertama yang raih prestasi gemilang di FIM CEV. Finish podium ini sekaligus juga membawanya selangkah lebih dekat untuk raih mimpinya balap diajang kejuaraan dunia Moto2. Dalam wawancara ini, Dimas akan bercerita tentang podium pertamanya, menganalisis perbedaan balap Eropa dan balap dunia serta mengungkapkan ambisinya dimasa depan.


 

Bagaimana perasaan Dimas hari Minggu lalu saat melewati garis finish di tempat ketiga?

“Itu adalah perasaan yang luar biasa, karena perjuangan raih posisi ketiga harus dilakukan sampai lap terakhir. Saya sangat senang, karena kami sudah lama berusaha dengan keras untuk bisa naik podium dan pada balap hari Minggu tersebut, kami akhirnya bisa meraihnya. Astra Honda Racing Team telah bekerja sangat keras untuk bisa mencapai hasil sampai saat ini. Untuk itu, Saya berterima kasih atas semua pengorbanan yang telah dilakukan.”

Dimas jadi pebalap Indonesia pertama yang finis di podium di FIM CEV. Apa artinya itu bagi Dimas? 

“Sebuah kehormatan bisa meraih prestasi ini untuk Negara saya. Saya tentu sangat bahagia. Sekarang saatnya kembali lanjutkan kerja keras dan tetap fokus, karena saya yakin, jika kita terus dengan usaha tersebut, kita dapat terus naik podium pada balapan berikutnya.”

Minggu lalu juga, Dimas berada di Sirkuit Barcelona-Catalunya, di paddock MotoGP, diantara pembalap Dunia… Bagaimana pengalamannya? 

“Ini adalah kesempatan bagus yang diberikan Astra Honda kepada saya, untuk bisa hadir beberapa hari di GP Catalan. Meski saya hanya berkunjung, saya bisa belajar banyak, terutama menyaksikan balapan Moto2 dan melihat bagaimana pebalap beraktifitas secara langsung. Saya bisa bertemu tim Moto2 Honda dan itu adalah pengalaman bagus untuk saya.”

Apa perbedaan antara paddock MotoGP dan FIM CEV? 

“Tentu di Kejuaraan Dunia lebih banyak penontonnya, lebih banyak area Hospitality dan suasananya sangat mendukung dan sangat bernuansa ‘Racing Spirit’. FIM CEV juga bagus kok, dan saya juga sangat menyukainya.”

Apa perbedaan antara pebalap di kedua kejuaraan tersebut? 

“Di Kejuaraan Dunia Moto2 semua pembalap sangat cepat. Selain itu, ada tiga kelas yang digelar sekaligus, sehingga pebalap Moto3 dan Moto2 lebih mudah belajar dari pebalap MotoGP, bagaimana mengikuti praktik dan balapan mereka. Ada pebalap seperti Marquez dan Pedrosa yang berada di situ, tentu lebih mudah untuk belajar dan menerapkan hal-hal yang telah didapat selama akhir pekan.”

 
“Menuju Kejuaraan Dunia adalah impian saya. Saya akan sangat senang bisa meraihnya. karena saya ingin Astra Honda, keluarga saya dan seluruh rakyat di Indonesia yang telah banyak mendukung, bisa bangga dengan yang saya raih.”

 
Apa yang harus Dimas lakukan untuk bisa bersaing dengan pebalap di Moto2 World Championship? 

“Setelah balapan di Albacete saya mulai mengubah posisi saya di motor, yang semakin kcondong ke depan. Saat saya berada di GP Catalan lalu, saya memperhatikan Alex Marquez dan Franco Morbidelli, dan bagaimana cara mereka memindahkan beban ke depan. Hal itu membantu Saya bisa lebih cepat dan dapat catatan waktu yang lebih baik. Dengan menyesuaikan gaya balap saya, Saya merasa nyaman dengan perubahan gaya saya tersebut. Yang penting saat ini adalah terus fokus jadi pebalap Kejuaraan Dunia dan menerapkan apa yang saya pelajari ke FIM CEV, untuk Lebih kompetitif.”

Apa arti bagi Dimas jika berhasil mencapai Kejuaraan Dunia Moto2? 

“Menuju Kejuaraan Dunia adalah impian saya. Tahun ini saya akan berusaha lebih keras dari tahun lalu, dan jika berhasil raih hasil bagus di FIM CEV, saya pikir kita bisa naik ke Moto2 musim depan. Menuju Kejuaraan Dunia adalah impian saya. Saya akan sangat senang bisa meraihnya. karena saya ingin Astra Honda, keluarga saya dan seluruh rakyat di Indonesia yang telah banyak mendukung, bisa bangga dengan yang saya raih.”

Bagaimana Astra Honda membantu wujudkan impian Dimas meraih Kejuaraan Dunia? 

“Astra Honda selalu memberi dukungan sepenuhnya. Juga musim ini, Astra Honda telah memutuskan bahwa kita akan menghabiskan hampir sepanjang tahun tinggal di Spanyol, sehingga kita dapat belajar lebih banyak tentang gaya Eropa. Saat ini adalah pengalaman yang hebat dan saya menjalaninya dengan senang hati. Tahun lalu, kami kembali pulang ke Indonesia setelah setiap putaran FIM CEV, dan kami datang kembali di balapan berikutnya dengan jet lag. Sekarang kita bisa berlatih dengan baik sebelum balap. Saya merasa jauh lebih kuat musim ini.”

Apa yang ingin kamu lihat pada dirimu dalam tahun? 

“Saat ini, tujuan saya adalah finish di posisi 3 besar di Moto2 European Championship. Jika kita meraihnya dan akhirnya bisa menuju Kejuaraan Dunia di tahun 2018, saya ingin bisa mencetak poin dan finis di posisi yang baik di tahun pertama saya. Dari situ, saya ingin terus memperbaiki diri dan bertahan di Kejuaraan Dunia selama bertahun-tahun.” Sumber: Honda.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); Setelah beberapa hari lalu menggelar kejuaraan dunia MotoGP, kini Sirkuit
  Galang Hendra Pratama kembali membuktikan konsistensinya menjadi Rider tercepat. Garuda Muda asal Yogyakarta ini
Aktivitas mudik selalu dijalani tiap tahun menjelang Hari Raya Lebaran. Momen itu pun menjadi tradisi
Astra Honda Racing Team kembali beraksi akhir pekan ini di Barcelona-Catalunya Circuit pada putaran keempat