Ketika Andi Gilang (tahun 2016) dan Dimas Ekky (2015) tiba di kompetisi Eropa di ajang FIM CEV, tantangan utama yang harus ditaklukkan adalah kemampuan beradaptsi dengan kondisi yang sama sekali tidak pernah dijumpai. Karena itulah, mereka harus belajar ekstracepat mengenal karakter sirkuit yang sama sekali belum dikenalnya agar bisa kompetitif saat balapan. Minggu ini di Estoril, kemampuan beradaptasi mereka kembali diuji, balapan di sirkuit Portugal untuk kali pertamanya. Dalam wawancara ini, pebalap Astra Honda Racing Team akan membeberkan tips mereka dalam beradaptasi, berapa lama menghafal setiap lekuk lintasan di kondisi yang berbeda antara Eropa dan Asia.

Bagaimana persiapanmu menghadapi Estoril? 

Andi Gilang: “Saya sudah melihat rekaman kejuaraan MotoGP dari beberapa kali balapan yang dipentas tahun-tahun sebelumya di Portugal. Seri terbaru yang saya lihat tahun 2011 dan 2012 di kelas 125cc/Moto3, karena kelas itulah yang menjadi referensi bagiku yang balapan di kelas yang sama. Saya suka dengan layout Estoril dan saya yakin semua akan berjalan baik.” 

Dimas Ekky: “Saya membuka internet dan mencari balapan MotoGP musim sebelumnya. Saya juga melihat trek dari rekaman kamera onboard yang diunggah di internet. Kami memang belum bisa melakukan test di Estoril, tapi dalam banyak hal saya optimis, karena kami bisa memanfaatkan sesi latihan resmi untuk beradaptasi.”

MotoGP seri Estoril tahun berapa yang paling kamu sukai? 

AG: “Tahun 2006, saya juga suka tahun 2007. Saya sangat suka melihat pertarungan antara Valentino Rossi dan Toni Elias, serta perseteruan antara Pedrosa dan Hayden.”. 

DE: “Saya hanya melihat satu seri Estoril tahun 2012, karena saya fokus mencari cara bagaimana pebalap MotoGP menaklukkannya dan untuk mengenal karakter sirkuit. Saya ingat bahwa pemenang di seri ini adalah Casey Stoner.”

Apakah kalian mempunyai persiapan khusus untuk menghadapi sirkuit baru?

AG: “Selain melihat video balapan sebelumnya, saya juga meminta pada mekanik di tim saya untuk mejelaskan seluk beluk sirkuit dan saya mencoba mempelajari layout lintasan.”

DE: “Selain melihat tayangan video di internet, hal yang saya lakukan tahun ini adalah bersepeda mengelilingi sirkuit di hari Rabu. Itu membantu saya membayangkan racing line dan menentukan line mana yang terbaik, menentukan titik pengereman dan lain-lain. Sebelum saya datang ke Eropa dan balapan di sirkuit yang digunakan oleh MotoGP, saya juga bermain PlayStation untuk mempelajari trek.”.

Andi Gilang: “Berbekal Pengalaman tahun lalu membantu saya lebih fokus saat balapan dan menjadi lebih cepat sejak hari pertama balapan.”


 

Apa fokus utama kalian saat datang ke sirkuit? 

AG: “Saya mencoba fokus pada karakter sirkuit, dengan begitu saya bisa menemukan racing line terbaik sesegera mungkin.” 

DE: “Hal pertama yang saya lihat adalah desain sirkuit dan kondisi aspal. Saya menganalisa setiap tikungan dan bagaimana cara menaklukkanya.”

Butuh berapa lama untuk menghafal trek? 
AG: “Biasanya satu atau dua sesi untuk mempelajarinya.” 

DE: “Biasanya saya memerlukan 2 sesi. Sesi pertama saya gunakan untuk beradaptasi dan mendapatkan feeling yang bagus dengan motor. Di sesi kedua saya sudah siap untuk mencoba berbagai hal dan melihat dimana batasannya.”

Apa hal tersulit yang kalian temukan?
AG: “Tidak bisa disamaratakan ; tergantung dari sirkuit. Ada kalanya kamu menemukan trek yang sangat mudah dipelajari, dan di waktu lainnya kamu menemukan sirkuit yang susah. Segalanya tergantung dari karakter sirkuit tersebut.”

DE: “Yang tersulit bagi saya adalah menentukan racing line dan titik pengereman.”
 
Dimas Ekky: “Hal pertama yang saya lakukan adalah menganalisa desain sirkuit, kondisi aspal dan setiap lekuk tikungan.”

Apa perbedaan langkah adaptasi yang kalian lakukan antara tahun pertama dan tahun kedua di FIM CEV?

AG: “Dulu saya harus membuat daftar yang panjang untuk adaptasi. Sekarang jauh lebih mudah untuk menghadapi sirkuit dan menyiapkan pacuan sejak awal. Saya juga mampu menjelaskan pada semua mekanik berbagai hal yang aku butuhkan. Pengalaman tahun lalu membuat saya lebih fokus pada balapan dan membuat saya lebih cepat.”

DE: “Saya jadi lebih percaya diri di tahun kedua dibanding tahun pertama, saya lebih tahu apa yang harus saya fokuskan di hari pertama balapan. Kami sudah mempunyai data setup yang lengkap dari tahun sebelumnya dan mengubah beberapa poin dari data tersebut.”

Sirkuit seperti apa yang menjadi favorit kalian? 

AG: “Saya suka sirkuit yang mempunyai tikungan cepat. Itulah favoritku. Di FIM CEV saya suka sirkuit Barcelona-Catalunya, dan sirkuit Ricardo Tormo yang membuat saya sangat-sangat menikmatinya.”

DE: “Saya suka sirkuit berkarakter cepat seperti sirkuit Barcelona-Catalunya. Meskipun ada beberapa bagian yang lambat, kombinasi tikungan seperti itu yang sangat saya suka. Sejak tiba di Eropa, trek inilah yang paling saya cintai.”

Apa perbedaan sirkuit-sirkuit di kalender FIM CEV dengan sirkuit di kompetisi balap Asia? 
AG: “Sirkuit-sirkuit di Eropa dibikin untuk menjadi tuan rumah pagelaran balap berkelas dunia seperti MotoGP, sedangkan di Asia kualitas aspal dan layout sirkuitnya sangat berbeda. Kondisi cuaca juga berbeda. Di Asia suhu udara lebih tinggi dan kondisinya cepat berubah –kecuali Jepang yang lebih dingin– sebaliknya suhu di Eropa sangat stabil sepanjang tahun.”

DE: “Kebanyakan sirkuit yang digunakan di ajang FIM CEV juga dipakai oleh kejuaraan dunia MotoGP dan itu sungguh luar biasa. Di Indonesia kami hanya mempunyai satu sirkuit profesional (Sentul). Trek di Eropa lebih teknikal dibanding Asia. Perbedaan iklim juga mempengaruhi banyak hal, kami tidak mempunyai musim dingin, selalu panas dan itu membutuhkan waktu bagi saya untuk bisa melalui cuaca dingin di FIM CEV.” Sumber: Honda.

Pebalap Astra Honda Racing Team kembali beraksi akhir pekan ini, berambisi meraih hasil yang bagus
Dear Indolovers, Sehat dan bugar itu menjadi dambaan kita semua, gaya hidup generasi milenial yang
Yamaha Luncurkan YZF-R25 Warna dan Grafis Baru 2017 Yamaha kembali memperbaharui warna dan grafis YZF-R25
Woohoo!!! Ini Waktunya Untuk Kalian Lebih Dekat dengan Mio S dan Isyana Sarasvati di Palembang
Meriahnya Jambore 1 Dekade Vixion di Tanah Sumatera Ribuan orang konsumen dan komunitas Vixion memeriahkan