Racun yang sangat terasa khasiatnya (khasiat udah kayak jamu aja hehe) di NMAX ane….bahkan lebih enak Dari koil racing it self

Testimonials after 2 months installment
==============================

Apa itu SpeedSparks BLASTER High Performance Ignition Booster?

Secara umum sistem pengapian standar motor injeksi menggunakan sistem induksi ke koil (inductive system) atau biasa juga disebut TCI (Transistorized Controlled Ignition), ada juga yang menyebutnya dengan Computer Controlled Digital Transistorized, atau sering disingkat Digital Transistorized. Sistem induksi ini banyak digunakan oleh pabrikan motor injeksi karena sederhana dan murah biaya produksinya yang terintegrasi di dalam komputer (ECU/ECM) motor injeksi. Untuk motor dengan kebutuhan ‘standar’, sistem ini sudah mencukupi. Tapi ketika kita berbicara ‘performance’ atau peningkatan kemampuan mesin, sistem induksi ke koil (TCI) yang dipakai pada standar motor tentu sudah tidak mencukupi lagi.

Kenapa bisa begitu?

Kelemahan utama sistem pengapian induksi motor standar adalah terletak pada dua fungsi yang dilakukan secara bersamaan oleh koil. Pertama koil bertugas seperti ‘trafo step up’ untuk meningkatkan atau melipatgandakan tegangan masuk dari aki. Sedang tugas yang kedua adalah menyimpan ‘energi listrik’ ini untuk beberapa saat (charging) sebelum dilepaskan ke busi sesuai dengan perintah sulut (trigger) yang didapat dari igniter atau transistor yang ada di dalam komputer (ECU/ECM).

Tetapi sebanding dengan meningkatnya RPM mesin, di sisi lain ternyata tidaklah cukup waktu untuk ‘menjalankan fungsi meningkatkan tegangan’ (step up) dan menyimpan energi listrik yang optimal dalam waktu bersamaan, sehingga energi spark (spark energy) atau energi percikan api yang terjadi di busi setelah koil disulut (ditrigger) oleh transistor yang ada di dalam ECU/ECM menjadi lemah. Lemahnya energi spark ini menyebabkan kegagalan proses pembakaran campuran BBM dan bisa mengakibat terjadinya ‘misfire’ (kegagalan pengapian/ pembakaran) sehingga mesin kehilangan sebagian tenaganya karena BBM tidak bisa terbakar sempurna.

CDI atau Capacitive Discharge Ignition itu apa sebenarnya?

Kita sering mendengar istilah CDI atau Capacitive/ Capacitor Discharge Ignition, yang diartikan banyak orang sebagai ‘pengapian tanpa platina’. Pengertian seperti ini tidak seratus persen salah tetapi juga tidak benar sepenuhnya. Platina dalam sistem pengapian standar motor (pada masa lalu) adalah kontak poin mekanis (mechanical contact point) yang berfungsi sebagai penyulut (trigger) koil. Fungsi ini dalam perkembangan selanjutnya pada motor injeksi khususnya diganti oleh rangkaian elektronik yang bekerja sama dengan ignitor, yang kemudian kerap dianggap sebagai CDI. Padahal rangkaian elektronik yang secara umum disebut ignitor ini mempunyai fungsi sama persis seperti platina tetapi mempunyai prinsip kerja secara elektronik bukan mekanikal, sehingga tidak mengalami keausan seperti platina. Sistem pengapian tanpa platina ini sering dinamai pula sebagai Transistorized Ignition System atau Solid State Ignition System, beberapa pabrikan motor menyebutnya sebagai Transistorized Controlled Ignition (TCI), atau ada juga yang menyebutnya dengan Computer Controlled Digital Transistorized, atau sering disingkat Digital Transistorized karena di dalamnya menggunakan transistor sebagai komponen aktifnya.

CDI atau singkatan dari Capacitive/ Capacitor Discharge Ignition secara umum adalah sebuah alat yang mampu menghasilkan energi spark yang sangat kuat di seluruh rentang RPM, mulai dari RPM rendah pada saat start/ cranking sampai RPM tinggi pada saat motor berakselerasi kencang. Tentu saja pabrikan CDI bisa saja mempunyai spesifikasi output energi spark yang berbeda-beda.

Alat ini menghasilkan output energi spark yang besar langsung dari aki motor dengan melalui ‘trafo penaik tegangan’ atau disebut juga dengan rangkaian inverter yang dibuat secara khusus di dalamnya, sehingga mampu menghasilkan tegangan secara konstan dan stabil sebesar 200 volt hingga 500 volt atau lebih (tergantung merek dan pabrikan cdi), dari hasil melipatgandakan tegangan aki. Selanjutnya energi tegangan listrik ini disimpan dalam sebuah kapasitor (charging process) yang kemudian dilepaskan (discharge process) saat mendapat trigger. Pada peristiwa ini, tegangan listrik sebesar itu disalurkan ke koil sehingga berlipat ganda menjadi sekitar 20 – 50 ribu volt bahkan lebih, tergantung dari tipe (baca: spesifikasi) koil yang dipakai serta tentu saja output dari modul CDI-nya. Yang kemudian dialirkan ke busi menjadi energi spark yang besar.

Kemampuan untuk menyediakan tegangan yang besar dan stabil di seluruh rentang RPM inilah yang menjadikan alasan mengapa kita membutuhkan sebuah sistem pengapian CDI yang besar atau mumpuni khususnya bila mesin memiliki kompresi tinggi atau untuk keperluan performa, seperti kompetisi balap di sirkuit, atau ‘street performance’, yang membutuhkan sistem pengapian yang baik agar dicapai pembakaran yang optimal.

Sekarang sudah menjadi semakin jelas untuk membedakan antara transistorized ignition atau TCI yang pada mulanya memiliki fungsi menggantikan platina. TCI mempunyai output energi spark yang tidak sebesar CDI khususnya pada saat RPM tinggi, karena hanya mengandalkan tegangan aki sebesar 12 volt DC yang diinduksikan ke koil.
Kesimpulannya sistem pengapian TCI adalah berbeda dengan CDI

Tetapi sistem pengapian transistor atau TCI atau Digital Transistorized ini bisa disandingkan dengan sistem CDI. Caranya output yang dihasilkan TCI hanya dipakai sebagai signal trigger yang berfungsi untuk menyulut rangkaian CDI agar bekerja menghantar energi spark ke koil dan seterusnya sampai ke busi.

Lalu apakah Speedsparks BLASTER Ignition Booster itu?

Speedsparks BLASTER Ignition Bosster, adalah modul penguat pengapian atau booster pengapian CDI yang menggunakan rangkaian teknologi DIGITAL yang lebih stabil, mempunyai output besar sekitar 450 Volt (HIGH ENERGY) dan memakai teknologi INTEGRATED CIRCUIT terkini. Dengan demikian hasilnya lebih bisa diandalkan sesuai dengan kebutuhan berbagai jenis mesin, khususnya untuk mesin performa tinggi yang membutuhkan sistem pengapian yang berperforma tinggi pula.

Sebagai hasil akhirnya adalah:

1. Proses pengapian sempurna yang mampu membakar habis campuran bahan bakar dan udara sehingga menghasilkan tenaga yang besar

2. Respon akselerasi yang lebih cepat

3. Memudahkan start di pagi hari (meski memakai busi tipe dingin sekalipun)

4. Suara mesin pada saat idle yang lebih lembut

5. Meski busi kotor pengapian tetap optimum

6. Mampu mengurangi gejala ngelitik/ knocking

7. BBM semakin efisien dan lebih irit

8. Mengurangi emisi gas buang.

Jenis mesin apa saja yang membutuhkan Speedsparks BLASTER Ignition Booster?

Semua jenis mesin pasti memperoleh manfaat dari Speedsparks BLASTER Ignition Booster ini, namun ketika anda merencanakan memodifikasi mesin untuk peningkatkan performa, kebutuhan akan modul pengapian Speedsparks BLASTER menjadi mutlak.

Seperti:

1. Meningkatkan volumetrik efisiensi dengan cara porting and polish.

2. Memperkaya campuran udara dan BBM (air fuel ratio).

3. Menambah turbocharger, supercharger atau sistem NOS (Nitrous Oxide).

4. Menaikkan perbandingan rasio kompresi.

5. Penerapan pada RPM tinggi, untuk
racing maupun street performance.

Apa kelebihan Speedsparks BLASTER Ignition Booster?

1. Mempunyai spark energy besar, dengan output 450 Volt dan capacitor heavy duty di dalamnya sebesar 1 microFarad, mempunyai output energy setara 115 milliJoule (mJ), menjadi modul penguat pengapian untuk motor injeksi yang terbesar di kelasnya.

Pengukuran output spark energy ini diperoleh dari rumus yang diacu oleh pabrikan modul pengapian kelas dunia sebagai berikut:

W = 1/2 C V2

Dimana:
W = energy stored (Joules)
C = capacitance (Farad)
V = potential difference (Voltage)

2. Menggunakan rangkaian DIGITAL yang lebih handal dan presisi.
3. Sistem proteksi yang lebih baik.
4. Plug and play pada seluruh motor injeksi.
5. Garansi 12 bulan (syarat dan ketentuan berlaku).

Yamaha Nmax Indonesia

Numpang tanya n minta pendapatnya yg sudah make kampas rem Aerox 155 aftermarket yg recomended
Sekedar sharing ringan saja. Kemarin menyempatkan sebelum touring ganti oli Yamalube RS4GP. Ditebus seharga Rp.
Misi om bro, ane baru ngangkat Nmax 2017 kinyis-kinyis dari dealer, numpang tanya yah maklum
Dua tahun YAMAHA NMAX CLUB INDONESIA CIANJUR CHAPTER akan diselenggarakan pada 25 november 2017 di
Review Tas Givi Scooter Alhamdulillah... Setelah muter muter, tanya sana sini sama lapak On line